Perpaduan antara Religi, Budaya, dan Wisata Alam
Wonogiri, 24–26 April 2025 — Suasana Desa Wisata Sendang Pinilih, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, tampak semarak dan penuh warna. Selama tiga hari berturut-turut, kawasan Watu Cenik menjadi pusat kemeriahan Grebeg Syawal 2025, sebuah tradisi tahunan yang sarat makna syukur, kebersamaan, dan pelestarian budaya lokal.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan Kirab Budaya Hasil Bumi. Suasana menjadi semakin hidup dengan penampilan Tari Manembrono yang menampilkan harmoni gerak, semangat kebersamaan, dan nilai religius. Tarian ini menggambarkan semangat muda dalam menjaga nilai keislaman sekaligus mempererat ukhuwah antarwarga.
Tak kalah memukau, Tari Sufi turut menyentuh hati para penonton. Gerakan lembut yang berputar dalam irama zikir menjadi simbol kedekatan manusia dengan Sang Pencipta — sebuah bentuk ekspresi spiritual yang jarang ditampilkan di panggung wisata alam.
Puncak acara Grebeg Syawal ini diwarnai oleh pertunjukan Reog Ponorogo, kesenian rakyat yang penuh energi dan keberanian. Dentuman kendang, derap langkah penari, serta kemegahan topeng Singa Barong menggetarkan suasana Watu Cenik.



Tinggalkan Balasan